Agana Ugaukengngi (8)
Pakkadang Temmadapi (7)
Nabuwa Macenning (6)

Arti Bugis Umum
Loni yaga, temmakaharo cinnaku. Nennia depakasi uwellewi nrapiwi iya akkatta medecengku

Arti Indonesia
Apalah hendak dikata, sungguh telah paripurna usahaku. Namun aku belum cukup berdaya untuk mencapai mimpi-mimpi itu.

Penjelasan
Dibandingkan dengan Galigo-galigo sebelumnya, dalam Galigo kali ini tidak ada kata yang cukup sulit untuk diterjemakan dalam Galigo kali ini, 3 baris galigo yang tersedia menggunakan Bahasa Bugis yang masih lasim kita dengar dalam keseharian kita saat ini (di daerah tertentu). Terutama pada baru pertama yang secara tersurat menguraikan maknanya sendiri.

Kata “Pakkadang” pada baris pertama adalah analogi dari kata “Pakkulleang” yang berasal dari kata dasar “Ulle” yang bermakna kemampuan atau mampu. Jika diikut kata “Temmadapi” yang bermkana “Tak Kesampaian” di belakang kata “Pakkulleang” maka frase ini akan bermakana tidak mampu.

Sementara kata “Nabuwa” (Buah) pada baris ketiga mewakali makna “Impian”, “Tujuan”, “Target”. Lalu diikuti dengan kata “Macenning” (Manis), mewakali juga makna “Indah”, “Sempurna”, sehingga frase ini secara keseluruhan mewakili makna Impinah yang Indah.

Jika Galigo ini dibawah ke dalam ranah pernikahan. Maka ia dapat mewakili ungkapan “Sungguh aku sangat mencintai dan ingin memilikimu, apa daya Uang Pa’nai-mu tinggi sekali”